SEKILAS TENTANG JURUSAN PSIKOLOGI

Chalk board doodle with symbols on psychology. Vector illustrati

Beberapa gosip jurusan Psikologi yang (bisa jadi) menyesatkan…

Nah, biasanya sebelum memutuskan mau masuk jurusan apa. Anak SMA suka denger-denger gosip entah darimana tentang berbagai jurusan yang mau mereka ambil. Jurusan Psikologi juga gak terlepas dari gosip-gosip yang sedikit-banyak jadi motivasi (atau demotivasi) anak SMA untuk memutuskan mau kuliah di jurusan mana.

Nah, beberapa gosip yang populer biasanya adalah:

  1. Jurusan psikologi bisa bikin kita baca pikiran orang;
  2. Lulusan psikologi ujung-ujungnya kerja jadi HRD;
  3. Orang psikologi kerjaannya nyembuhin orang yang “sakit jiwa”;
  4. Orang psikologi bisa memanipulasi pikiran orang seperti di serial detektif;
  5. Jurusan psikologi ngajarin cara menganalisa orang bohong/nipu

… dan masih banyak lagi gosip-gosip umum yang beredar seputar jurusan psikologi. Okay, buat kamu yang mau serius beneran masuk jurusan psikologi tapi masih kemakan dengan gosip-gosip jurusan psikologi yang beredar,  saya harap tulisan di sini bisa membantu mencerahkan kamu semua. Terkait dengan 5 contoh gosip di atas, kayaknya bakal kepanjangan kalo saya kupas satu persatu. Jadi saya pikir akan jauh lebih praktis kalo langsung aja jelasin ke kamu semua hakikat ilmu psikologi yang sesungguhnya, materi apa aja yang bakal kalian dapetin nanti kalo kuliah di psiko, sama variasi peluang karir apa saja yang menunggu kamu setelah nanti kamu lulus menjadi Sarjana Psikologi.

Oke, langsung aja kita mulai dengan hakikat dari ilmu psikologi.

Hakikat ilmu Psikologi

Berdasarkan sejarahnya, psikologi sebenernya berakar dari filosofi mengenai eksistensi manusia, dimulai dari tipe-tipe kepribadian manusia, serta bagaimana manusia berperilaku. Sebagaimana hampir semua disiplin ilmu yang ada sekarang, ilmu psikologi pada awal pengembangannya masih suka kecampur-campur konsepnya dengan banyak hal lain, terutama filsafat non-empirik. Seiring berjalannya waktu, ilmu psikologi semakin terlepas dengan konsep-konsep lain dan menjadi disiplin ilmu mandiri yang memiliki definisi yang jelas, indikator, serta tolak ukur yang bisa dikuantifikasi.

Secara singkat, ilmu psikologi bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Dalam proses perkembangannya, ilmu psikologi mengalami beberapa fase seiring dengan semakin bermunculannya teori baru yang saling mengoreksi, mengevaluasi, dan melengkapi satu sama lain. Hingga akhirnya, ilmu psikologi terus berupaya untuk dapat melihat “pola umum” untuk menjelaskan perilaku manusia yang kompleks.

Namun demikian, ilmu psikologi modern berkembang semakin pesat sejak menggandeng disiplin ilmu lain, yaitu neurologi yang basisnya dari dunia medis. Dengan pendekatan neurologi, para psikolog saat ini tidak hanya berpatokan pada “pola” yang diketahui dari serangkaian teori dan eksperimen sebelumnya, tapi juga bisa melihat langsung proses aktivitas otak manusia secara detil. Dengan melihat impuls listrik, syaraf, hormon, dan mekanisme biologis yang bekerja, para psikolog dapat melihat proses sesungguhnya dibalik aktivitas mental manusia yang kompleks, sehingga bisa melihat lebih mendalam tentang dinamika emosi manusia. Nah, penggabungan antar 2 disiplin ilmu ini, sekarang kita kenal dengan istilah neuropsikologi.

PS. Mungkin ada di antara kamu yang penasaran apa bedanya psikiater dengan psikolog. Secara singkat psikolog memandang gangguan mental dengan menggali masalah individu tersebut secara mendalam, kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan terapi tanpa bantuan obat-obatan. Sementara psikiater memandang gangguan mental dari sudut pandang medis kedokteran, yang menyelesaikan masalah tersebut dengan pemberian terapi obat-obatan (farmakoterapi) yang notabene berlatar belakang kedokteran. Udah jelas kan pada bedanya?

Itulah kurang lebih, gambaran singkat hakikat dari ilmu psikologi. Nah, sekarang kita mulai masuk ke pembagian umum dalam kuliah psikologi.

Pembagian umum kuliah Psikologi

Okay, sebelum saya masuk ke pembagian umum konsentrasi bidang psikologi, saya cuma mau menekankan bahwa gak ada perbedaan signifikan antara jurusan psikologi yang menyaring mahasiswanya berdasarkan paket ujian Saintek maupun Soshum. Pada dasarnya, ilmu yang akan kamu pelajari itu kurang lebih sama, hanya ada perbedaan perspektif aja di tiap universitas dalam menyaring calon mahasiswanya. Jadi saran praktis saya, buat lo anak IPA yang mau masuk psikologi, lo tinggal pilih universitas yg menyaring mahasiswanya dengan paket ujian Saintek (seperti Unpad, UNS, dll). Sedangkan anak IPS yang mau masuk Soshum, bisa langsung pilih universitas yang menyaring dengan paket ujian Soshum (seperti UI, UGM, dll).

Jadi sekali lagi, tidak akan ada perbedaan signifikan terhadap ilmu yang lo pelajari maupun peluang berkarya kamu ke depannya, selama kamu berkuliah di universitas dengan latar belakang reputasi yang baik. Oke, sekarang kita langsung masuk ke pembagian umum kuliahnya.

1. Bagian Psikologi Umum dan Eksperimental

Dalam upaya melihat pola perilaku manusia, tentu seorang psikolog harus melakukan penelitian. Melakukan penelitian berarti harus melakukan pendekatan eksperimen dengan cara yang tepat, metodologi yang valid, alat tes yang akurat, sumber responden yang reliabel, dsb. Nah, dalam cabang kuliah inilah yang merupakan pusat keilmuan psikologi paling dasar yang mengupas segala hal yang berhubungan dengan pembuatan dan pembaharuan alat tes dan penyusunan metodologi penelitian.

Pada dasarnya, setiap ilmuwan maupun praktisi psikologi sangat diharapkan untuk bisa menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan oleh bagian ini. Jadi walaupun lo adalah seorang praktisi psikologi klinis, staf HRD, psikolog sosial, konsultan psikologis, dsb. Sedikit banyak lo perlu mengetahui tentang metodologi yang tepat dalam melakukan eksperimental psikologi. Sebab di bidang psikologi manapun, kemampuan lo dalam merumuskan permasalahan penelitian psikologis serta keahlian lo dalam membuat alat pengukuran psikologi, merupakan kompetensi-kompetensi dasar yang diharapkan untuk dimiliki oleh seorang dengan latar belakang pendidikan psikologi.

Tapi secara khususnya, buat kamu yang tertarik banget sama penelitian psikologi, statistik psikologi, mau bener-bener expert di bidang eksperimentasi psikologi. Lo bisa mendalami kuliah-kuliah di jenjang S1 yang berfokus pada konsentrasi bagian eksperimental ini. Saya jamin ilmu yang kamu dapet di sini bener-bener kepake dalam studi keilmuan apapun, terutama untuk mendapatkan kesimpulan ilmiah yang tepat.

2. Bagian Psikologi Klinis

Bagian psikologi klinis ini seringkali juga disebut paling merepresentasikan profesi “psikolog” secara murni. Kenapa? Karena di bagian ini kamu gak lagi mempelajari “pola umum” perilaku manusia tapi justru kamu membedah perilaku manusia secara khusus dan mendalam, khususnya berbagai kondisi mental manusia yang paling ringan hingga paling ekstrim!

One sad person with the word Help on him stands apart from the g

Dalam membedah kondisi mental manusia yang sifatnya sangat individual, pribadi, dan mendalam…kamu bisa dihadapkan dengan berbagai macam kondisi gangguan yang sifatnya pribadi, dari konteks umum seperti “susah move on dari mantan” atau “kurang percaya diri”, sampai kondisi ekstrim seperti depresi, skizofrenia, gangguan identitas terdisosiasi (dulu disebutnya gangguan kepribadian ganda), gangguan bipolar, gangguan kepribadian macem-macem kaya histrionik, narsisistik, antisosial, dll.

Nah, buat kamu yang emang bener-bener tertarik mendalami berbagai jenis gangguan mental, atau terinspirasi cerita-cerita detektif yang berhadapan dengan psikopat. Maka bidang konsentrasi yang paling mendekati ya berarti psikologi klinis ini. Tertarik memahami kondisi psikologi manusia secara mendalam dan kasus-kasus kondisi mental yang aneh-aneh? Berarti bagian ini cocok banget buat kamu!

PS. Bagi kamu yang bener-bener mau jadi seorang dengan gelar PSIKOLOG, ya berarti jalan satu-satunya adalah dengan lulus S1 dari jurusan psikologi, kemudian meneruskan S2 dengan mengambil JALUR PROFESI. Wah, berarti kalo S2-nya ngambil jalur lain (misalnya jalur terapan) gak layak disebut psikolog dong? Secara resminya sih iya, mereka yang layak disebut “psikolog” hanya yang mengambil S2 jalur profesi psikolog. Sedangkan yang mengambil S2 terapan, biasanya disebut ahli psikometri, ahli intervensi sosial, dll.

3. Bagian Psikologi Perkembangan

Bagian yang satu ini berurusan sama isu-isu perkembangan proses mental manusia mulai dari bayi sampe manula. Proses perkembangan mental manusia itu emang bisa jadi topik yang menarik banget, dari mulai balita ke tahap anak-anak, terus masuk ke tahap puber, kemudian ke tahap remaja, dewasa, hingga manula. Setiap proses itu memiliki proses yang bisa dikaji secara ilmiah, dari mulai proses perkembangan remaja, krisis-krisis pengembangan, cara mendidik anak, dll.

Bagian ini ga cuma mencakup praktik psikologinya aja, tapi juga secara aktif terus melakukan pengembangan ilmunya juga. Soalnya isu psikologi perkembangan ini biasanya penelitiannya lama banget, sampai bertahun-tahun.

Biasanya, riset-riset yang berhubungan dengan isu perkembangan manusia ini terus dijalani berpuluh-puluh tahun untuk kemudian dijadikan database keilmuan untuk bisa menjadi insights bagi dunia psikologi di kemudian hari. Buat kamu yang tertarik sama perkembangan anak dan remaja, bagus nih kamu ikutin perkembangan.

4. Bagian Psikologi Industri dan Organisasi

Bagian Psikologi Industri dan Organisasi ini biasanya disebut juga dengan istilah “PIO”. Seperti yang bisa kamu tebak sendiri dari namanya, bagian konsentrasi ini fokusnya ke psikologi industri, perusahaan, dan organisasi. Secara umum sih, bagian konsentrasi ini seringkali dikaitkan dengan dunia MSDM atau HRD (departemen sumber daya manusia) di dunia industri kerja perkantoran.

Symbol People Stand On Jigsaw Puzzle Pieces

Emang ngapain aja sih kerjaan HRD kantoran? Dalam dunia industri perusahaan dan organisasi… memiliki interaksi antar manusia yang kompleks, dari mulai proses perekrutan yang memerlukan metodologi tertentu, penanganan konflik internal, hubungan atasan-bawahan, hubungan antar departemen, masalah komunikasi dalam tim kerja di kantor, fluktuasi motivasi kerja, cocok atau nggaknya orang di sebuah posisi kerjaan, bahkan sampai penentuan letak meja, kursi, lampu, dsb dibahas di PIO. Selain itu sebetulnya masih buanyaak banget topik lain dalam interaksi manusia dalam sebuah organisasi/kantor yang menarik untuk dibahas. Pada intinya sih, fokus dari PIO ini adalah membuat kondisi psikologis setiap individu serta interaksi antar manusia dalam kantor menjadi semakin baik untuk menunjang produktivitas kerja.

Buat kamu yang seneng dengan dunia perkantoran, berinteraksi dengan rekan-rekan kerja, memahami setiap masalah dan kebutuhan mereka, meracik sistem perekrutan yang tepat untuk bisa menyaring calon karyawan yang berkualitas, dll… maka konsentrasi bidang psikologi ini cocok banget buat kamu.

5. Bagian Psikologi Pendidikan

Pendidikan seseorang, baik dari kecil hingga gede, ga bakal terlepas dari kemampuan orang tersebut untuk mempelajari hal-hal yang sesuai dengan kapasitas mentalnya masing-masing. Berdasarkan dari pandangan ini, seorang ahli psikologi pendidikan berkontribusi pada masyarakat.

Pendidikan memang adalah kunci dari perkembangan peradaban umat manusia,  dan karena itulah proses pendekatannya harus dikaji dengan tepat. Mulai dari bagaimana melakukan pendekatan yang tepat bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), bagaimana cara mendidik yang tepat agar para pembelajar memiliki movitasi intrinsik dalam belajar, hingga pendidikan non jenjang seperti pelatihan-pelatihan buat karyawan atau staff ahli tertentu.

Kalau kamu ngedalemin mata-mata kuliah di bidang psikologi pendidikan, kamu akan ahli dalam memetakan sebuah kebutuhan, tujuan, hingga detil-detil yang harus dipersiapkan dan dilakukan untuk pendidikan untuk usia tertentu, populasi tertentu (pedesaan, perkotaan, anak kebutuhan khusus, anak penyandang cacat, karyawan pabrik, dsb), sampai pendekatan yang tepat untuk mengajar anak usia remaja sesuai dengan kapasitas mental masing-masing.

6. Bagian Psikologi Sosial

Seperti layaknya Bagian Psikologi Umum dan Eksperimen, ilmu-ilmu dari bagian ini sebenarnya sangat diperlukan oleh seluruh manusia berlatar belakang pendidikan psikologi. Kenapa? Karena seluruh manusia yang pernah ihdup di dunia ini pasti terkait banget sama lingkungan masyarakat tempat ia tinggal. So, pasti dong ada interaksi antara proses mental seorang individu dengan individu lain atau kelompok.

Nah, proses interaksi ini yang coba dijelasin lewat teori-teori psikologi sosial (lebih sering disebut “psisos”). Bagian konsentrasi psikologi inilah yang nantinya akan menjawab pertanyaan: Kenapa sebuah kelompok sosial masyarakat bisa pecah, kenapa ada individu yang cenderung otomatis jadi pemimpin dalam sebuah kelompok, kenapa sebagian dari manusia bisa jadi semangat (atau malah makin males) melakukan aktivitas kalau ada orang lain. Semua itu diajarin di mata-mata kuliah psisos ini.

Dari mulai keahlian manajemen psikologi massa, resolusi konflik, intervensi sebuah kelompok, sampe pemetaan sebuah masyarakat bisa jadi keahlian-keahlian yang sangat bermanfaat dalam karya lo di masyarakat setelah lulus kuliah.

 

Keahlian yang didapat setelah lulus

Setelah kamu tau bagian-bagian apa aja yang biasanya ada di sebuah institusi pendidikan psikologi dan kemampuan-kemampuan apa aja yang bisa kamu dapetin dari  bagian-bagian tersebut, pasti kamu nanya dong, abis lulus enaknya ngapain nih? Apa sih kontribusi yang bisa dikasih ke masyarakat sebagai lulusan psikologi? Eh tapi sebelum masuk ke ruang lingkup profesi, kita harus tau dulu nih kemampuan & keahlian semacam apa sih yang dimiliki lulusan psikologi? Nah, berdasarkan bekal kemampuan/keahlian inilah, nantinya kamu bisa berkarya dalam masyarakat.

A. Kemampuan menganalisis permasalahan individual

Yang namanya sarjana, apalagi yang semasa kuliahnya bener-bener mendalami ilmunya, pasti punya kemampuan analisis masalah yang mumpuni di bidang ilmunya masing-masing. Nah, kalo untuk sarjana psikologi, ya pasti hal yang menjadi andalannya adalah daya analisisnya terhadap aspek individual dari pemilik masalah. Sebenernya udah jelas banget sih ini maksudnya, karena emang selama empat tahun, para mahasiswa psikolog tuh dilatih memahami permasalahan secara mendalam dan detil mengenai orang dan perilakunya. Bayangin aja, seluruh lulusan psikologi di Indonesia pasti pernah ngalamin berkali-kali disuruh bikin tugas analisis kepribadian, dari responden, tokoh film, tokoh sejarah, sampe diri sendiri.

Kemampuan ini kesannya sepele tapi bakal jadi berguna banget dalam kehidupan interpersonal kamu setelah kuliah.

B. Kemampuan mengolah data kuantitatif dan kualitatif

Buat kamu yang belom paham sama apa itu data kuantitatif dan kualitatif, ada baiknya kamu baca dulu di google/wikipedia. Intinya, baik nyadar ataupun nggak, selama kuliah jenjang sarjana di jurusan/fakultas psikologi kita tuh bakal dilatih terus penerus seputar metodologi dan analisis pengolahan data. Mulai data-data ringan macem hasil kuesioner buat 30 orang yang cuma isinya “setuju” atau “tidak setuju”, sampe data gede banget yang superkompleks multidimensional!

Itu baru data kuantitatif, belum lagi data yang panjaaang banget tentang kehidupan beberapa orang pada populasi khusus yang menarik untuk dijadikan kasus. Data yang berisi narasi panjang dan menggali hal yang mendalam ini nih namanya data kualitatif.

Dimulai dari proses pembuatan alat tes yang valid (bikin kuesioner, bikin panduan wawancara dan observasi, dsb), mengambil datanya di lapangan (nyebar kuesioner, wawancara, diskusi kelompok, observasi, dsb), mengolah data tersebut di komputer mulai dari urusan statistik sampe pengkodingan hasil wawancara, sampe ke tahap akhir yang berupa penulisan laporan hasil penelitian. Kamu bayangin aja tugas kaya gini ada lah minimal 2 biji setiap semesternya, pastinya kita makin jago dong secara ga sadar… dan kemampuan ini nih yang nantinya bakal banyak dibutuhkan di dunia profesional kerja.

C. Kemampuan membuat modul pelatihan/program

Nah kemampuan yang satu ini juga sama digemblengnya nih di dalem fakultas psikologi. Pengetahuan kamu tentang perilaku dan juga proses pembelajaran manusia membuat kamu dituntut untuk mengaplikasikan pengetahuan-pengetahuan tersebut menjadi sebuah modul pelatihan ataupun modul program pendidikan untuk kebutuhan tertentu.

Kemampuan ini dianggap salah satu yang paling penting dan “menjual” yang diharapkan dari seorang lulusan pendidikan psikologi, makanya peggemblengannya cukup keras nih. Jadi salah satu mata kuliah yang “ditakuti” sekaligus “digemari” juga lho saking tegang tapi serunya. Karena dalam membuat modul program/pelatihan, kita gak bisa asal-asalan bikin rangkaian aktivitas, tapi juga perlu tau bagaimana caranya mencapai tujuan kita, entah tujuannya itu adalah melatih kemampuan spesifik, meningkatkan motivasi kerja, dll.

Tiga kemampuan di atas ini (A, B, C) sangat dibutuhkan sama masyarakat di banyaaakk banget sektor kehidupan, terutama yang ada manusianya! Jadi, selama masih ada manusia di dunia ini, pastinya lulusan-lulusan pendidikan psikologi tetep dibutuhin.

Ruang lingkup dunia profesi lulusan psikologi

Mungkin selama ini kamu cuma kepikiran lulusan psikologi itu cuma berkarya di bidang-bidang terbatas macem HRD atau jadi psikolog yang nanganin permasalahan individual. Tapi, dari pengalaman gue dan rekan-rekan gue selama di kampus dari berbagai angkatan, ternyata nggak cuma jadi dua profesi itu aja, bahkan sangat beragam! Coba yuk kita kupas satu per satu bisa jadi apa aja kamu nanti sekelarnya dari fakultas psikologi! (Btw, HRD sama praktik psikologi klinis saya ga usah bahas ya soalnya kebanyakan udah pada tau & dibahas di artikel blog umum lainnya)

1. Ahli psikometri.

Wah apaan nih? Psikometri itu adalah sebuah cabang dari bagian Psikologi Umum dan Eksperimen yang kerjaannya tuh bikin alat tes psikologi. Kalo lo bisa nguasain ilmu ini dan ngambil pendidikan khususnya, so pasti banyak yang bakal nyari kamu untuk bisa bikin pengukuran psikologi buat lembaga mereka. Entah untuk ngukur kinerja lah, ngukur motivasi, ngukur kebahagiaan, sampe ngukur tipe kepribadian, ngukur tingkat kejujuran, dll. Kalo kamu bener-bener jadi jago banget, kebutuhan akan seorang ahli psikometri ini bukan dari lembaga main-main, bisa dari kepolisian, KPK, ICW, sampai lembaga intelejen negara.

2. Ahli Riset

Biasanya kerja di Biro Pusat Statistik, lembaga riset independen, dan semacamnya. Kalo kamu emang bener-bener jago dalam pengolahan data gede maupun data spesifik, itu adalah aset kemampuan yang bener-bener berharga karena dibutuhkan oleh banyak pihak. Dari lembaga survei, quickcount, pemetaan pasar, kondisi makro ekonomi negara, kesehatan, dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan pengolahan data skala besar.

3. Konsultan Psikologi

Lembaga hukum dan peradilan, mulai dari kepolisian, kejaksaan, KPK, intelijen, sampe kantor-kantor pengacara bakal nyariin kamu karena mereka tau kalo kemampuan kamu untuk memahami individu, menganalisis perilaku, mengenali tipe kepribadian, hingga kemampuan kamu untuk menyusun program demi pengembangan personel lembaga-lembaga tersebut.

4. Ahli intervensi sosial.

Kasus-kasus konflik yang akhir-akhir ini ramai di negeri ini membuat negara kita membutuhkan lebih banyak ahli intervensi sosial untuk bisa membantu pemerintah dalam menangani konflik-konflik ini. Dan ga cuma konflik doang sih, ahli intervensi sosial juga handal dalam mengarahkan sebuah kelompok yang dianggap tidak adaptif dengan lingkungan sekitar untuk bisa lebih berkembang dan akhirnya adaptif. Seorang ahli intervensi sosial bisa bekerja untuk menangani komunitas miskin kota, kelompok teroris, kelompok pekerja seks komersial, dan komunitas-komunitas marjinal lainnya.

****

Tapi ya intinya nanti klo kamu beneran berkesempatan masuk ke fakultas psikologi, lo bisa nemuin sendiri deh peluang-peluang kamu dengan meramu kombinasi kemampuan-kemampuan yang nanti kamu pelajarin di dalem jurusan ini.

Oh iya, mengenai peluang berkarya di masyarakat, setau saya sih ga ada bedanya ya antara fakultas/jurusan psikologi universitas negeri yang pake jalur saintek (misalnya Unpad dan UNS), dengan yang dari jalur soshum (UI, UGM, dsb). Cuma ada perbedaan sedikit mengenai sudut pandang dari ilmu-ilmu yang sama di atas, dan sifatnya tidak fundamental. Jadi ya intinya, kurang lebih sama aja ya peluang karyanya mau kamu dari jalur dan masuk universitas negeri manapun.

Okay deh, mudah-mudahan apa yang gua bahas di sini bisa jadi masukan yang berharga untuk kamu yang masih bimbang untuk menempuh jalur pendidikan psikologi sebagai tambatan hati berikutnya (Ciiiaahh!!) :D. Good Luck…

Iklan

Dibalik Kerasnya Didikan Seorang “Ayah”

Image result for gambar ayah

Suatu ketika ada seorang anak bernama Alif ia adalah seorang piatu, ibunya meninggal saat melahirkan Alif. Kehidupan Alif yang tak seperti anak pada umumnya diusianya yang masih belia, ia tak pernah merasakan masa kecil dengan bahagia seperti teman-teman sebayanya, setiap hari ayahnya yang selalu membebani Alif dengan pekerjaan rumah yang tak seharusnya dikerjakan oleh anak seumur dia. Terlebih lagi ayahnya tak pernah puas dengan apa yang di kerjakan Alif. Apa pun yang dia kerjakan tak pernah benar di mata sang ayah, Alif merasa tertekan dengan sikap ayahnya itu.

Suatu hari saat Alif sedang terbaring lemah dikamar, tiba-tiba ayah Alif memanggilnya dengan suara keras dan penuh amarah “Alif, kemari kamu!”   Alif menghampiri ayahnya dengan rasa takut dan menunduk “Iya ayah ada apa?” Tiba-tiba ayahnya membentaknya “Kamu ini kerjanya apa sih di rumah, ayah capek pulang kerja tapi rumah masih berantakan seperti ini”. Alif menjawab dengan ketakutan “Maaf yah tadi Alif tidak enak badan karena tadi malam Alif ayah kurung dikamar mandi, tapi yah sebelum Alif tidur semuanya sudah Alif bereskan, Alif capek yah setiap hari harus mengerjakan pekerjaan rumah sedangkan tugas sekolah Alif banyak” Ayahnya pun semakin keras memarahi Alif dan bahkan memukul Alif. “Jadi kamu menyalahkan ayah, dan kamu berani membantah ayah?, kamu ini memang tak tau untung sudah bagus aku mengurus mu sejak kecil, aku bekerja siang malam hanya untuk membiayai hidup mu”.

Setiap hari Alif selalu di marahi ayahnya karena hal-hal kecil. Alif mengerjakan semua pekerjaan rumah padahal usia Alif yang seharusnya usia-usia untuk merasakan kebahagiaan di masa kecilnya tapi dia malah mengerjakan pekerjaan yang tak seharusnya diberikan kepada anak yang masih berusia 8 tahun.

Pada saat Alif menginjak usia dewasa akhirnya Alif berada pada batas kesabarannya dan melampiaskan segala amarah yang selama ini dia pendam, dia memberontak karena sikap ayahnya itu. Selama ini apa pun yang ia kerjakan tak pernah sang ayah merasa puas pasti ada saja masalah kecil yang membuat ayahnya marah-marah dan bahkan melakukan kekerasan terhadap Alif. Dia pun mulai membantah setiap perkataan sang ayah “Kenapa ayah selalu seperti ini kepada Alif, apa salah Alif yah? Segitu bencinya kah ayah dengan Alif, sampai-sampai apa yang Alif perbuat selalu salah di mata Ayah”. Sang ayah tak menjawab dan malah meninggalkan Alif, dalam hati sang ayah berkata “Suatu saat nanti kamu akan tau kenapa ayah bersikap keras seperti ini terhadap mu nak”

Semakin hari tubuh sang ayah semakin rentan karena penyakit kronis yang di deritanya, dan pada akhirnya ayah Alif yang tak dapat bertahan lagi untuk menghadapi penyakitnya pun meninggal. Sekarang Alif hanya hidup sendiri di sebuah rumah peninggalan sang ayah, seketika Alif teringat akan sosok sang ayah. Disisi lain Alif marah dan terbesit kebencian yang ia rasakan selama ini, tapi di sisi lain Alif juga menyesal telah berbuat yang tak selayaknya seorang anak kepada ayahnya. Alif teringat akan larangan sang ayah yang tak memperbolehkan ia untuk masuk ke dalam kamar ayahnya, akhirnya ia pun mencoba masuk dan terbelalak seketika mata Alif dan tiba-tiba ia meneteskan air mata memandang seisi ruangan yang ia dapati adalah foto-foto saat kebersamaan yang masih terjalin di antara mereka saat-saat yang takkan pernah Alif lupakan kasih sayang yang mengalir dari kedua orang tuanya. Tepat di atas meja kerja sang ayah ada sebuah buku diary yang tergeletak di sana. Di halaman pertama ia melihat sang ayah menggendong sosok bayi yang sangat lucu saat Alif masih berumur 2 bulan, di samping foto tersebut ada catatan yang membuat air mata Alif tak terbendung lagi “Jadilah seorang anak yang kuat dan jangan mudah menyerah, Ayah akan selalu ada di samping mu nak sampai maut menjemput.” Sampai pada lembaran terakhir ada sebuah surat untuk Alif

Image result for gambar ayah

Dear Alif

Nak, mungkin saat kamu membaca surat ini ayah tak ada di samping mu lagi. Maafkan ayah yang selama ini bersikap keras pada mu. Tapi di balik kerasnya ayah mendidik mu ada terbesit satu tujuan, aku ingin kamu kuat dalam menghadapi kerasnya hidup ini saat ayah tak ada di sisimu lagi. Ayah sangat menyayangi mu ayah tak pernah berharap kamu membenci ayah nak. Ayah hanya tak ingin kamu menjadi seseorang yang lemah yang mudah di jatuhkan oleh orang lain yang seenaknya menginjak harga diri mu tapi ayah juga tak mau kamu menjadi seseorang yang sombong akan apa yang telah kamu dapat. Ketika ayah sudah tak dapat lagi membuka mata untuk selamanya dan tak dapat lagi menjaga mu maka kamu sendiri yang akan menjaga dirimu. Jaga dirimu baik-baik nak, walaupun ayah tak ada lagi di sisi mu tapi ingatlah masih ada Allah yang selalu menjaga mu.”

“AYAH SAYANG ALIF”

Alif merasa bersalah setelah mengetahui semua ini dan sikapnya yang tak seharusnya seorang anak bersikap seperti itu terhadap ayahnya sendiri. Ayah yang selama ini menjaganya walaupun dengan cara didik yang keras, jerih payah sang ayah untuk menghidupi keluarganya. Alif masih tak tau mengapa ayahnya tak menceritakan semua ini dari awal kenapa ia tau semua ini setelah sang ayah sudah pergi meninggalkan Alif untuk selamanya.

“Ayah.. Maafkan Alif yah, atas perlakuan Alif keayah Alif janji Alif akan membalas jasa-jasa ayah dan kasih sayang yang ayah berikan selama ini untuk Alif, Alif ingin ayah tersenyum melihat keberhasilan Alif dengan kerja keras dan jerih payah Alif sendiri. Terimakasih ayah atas didikkan keras mu selama ini yang membuatku lebih kuat dalam menjalani hidup. Semoga ayah tenang di sana”.

“ALIF JUGA SAYANG AYAH”Related image

 

My Angel :)

Image result for tulisan IBU

                                                     IBU.. 1 KATA BERIBU MAKNA..

Tidak ada kata-kata yang dapat mewakili betapa berharganya IBU dimata ku, kasih IBU sepanjang masa yang tak pernah putus sampai maut memisahkan. Kekuatan kasih sayangnya IBU tak pernah terkalahkan oleh apapun, sebuah kekuatan besar pun tak dapat mengalahkannya. Ketika begitu banyak orang tertarik menjabarkan kata cinta atau makna dari sebuah cinta antara sepasang kekasih, mungkin aku bukan lah salah satu dari mereka,karena aku lebih tertarik bercerita tentang IBU. Ya,,tentang IBU. Karena ketika kata ibu terucap dari seseorang kepada ku,entah mengapa ada perasaan di hati yang begitu sulit untuk di jelaskan. Yang jelas ada kecemasan dalam hati,yang menimbulkan sebuah pertanyaan kepada diri ku sendiri..

“Apakan aku masih punya cukup banyak waktu untuk membahagiakan IBU?”

Pertanyaan itu yang selalu ada di pikiranku bila mendengarkan kata IBU.. Bagiku ibu adalah sosok wanita yang sangat tangguh dan kuat,dia adalah ibu dari 3 orang anak. Yang setiap hari harus mengurus keperluan rumah tangga, mengurus keperluanku, dan biasanya membantu ayahku bekerja di ladang milik kami.

Pernah suatu hari ketika aku pulang sekolah IBU ku memintaku untuk menemaninya kepasar, “Nak, temankan IBU dulu kepasar, IBU lelah sekali jika harus membawa belanjaan sebanyak itu” Entah mungkin karena aku kelelahan aku langsung menjawab dengan suara tinggi dan membentak “IBUuu.. aku capek loh bu baru pulang sekolah, lagian ibukan bisa bawa motor sendiri tentu akan ringan belanjaan itu”. IBU langsung terdiam dan pergi tanpa mengucapkan 1 kata pun. Aku sangat merasa bersalah atas apa yang telah ku lakukan. Sampai suatu ketika di tengah malam aku terbangun dari tidur lelap ku, di luar kamar aku mendengar seorang wanita yang tengah menangis, aku pun penasaran dan mengintip nya dan ternyata itu adalah suara IBU ku yang sedang mendoakan ku agar sukses dan bahagia.

Melihat kejadian itu dada ku terasa sesak seperti ada yang menghujam tepat di dada ini, dan tak terasa air mata ini menetes karena melihat seorang IBU yang mungkin telah disakiti oleh perkataan ku, aku tidak berpikir lelahnya aku yang pulang sekolah tidak sebanding dengan lelahnya IBU ku bekerja dirumah, membereskan semua pekerjaan rumah sendiri tanpa ada yang membantu. Sejak saat itu aku selalu berfikir dan bertekat mencari cara untuk membahagiakan IBU. Akhir nya aku pun memindset fikiran ku dengan sebuat kalimat “Aku tidak memiliki banyak waktu untuk membahagiakan IBU, dan selama hidupnya aku harus bisa membahagiakannya”.

 

 

Image result for GAMBAR IBU

Di usia nya yang mulai senja, dengan tubuh yang yang tidak lagi prima seudah sepantas nya saat ini aku mengutamakan IBU. Karena aku tidak ingin menyesal di kemudian hari. IBU, maafkan anakmu yang begitu banyak salah kepada mu,mulai saat ini aku akan mengutamakan mu di banding yang lain, kau segala nya bagiku, kau adalah alasan bagiku untuk menjadi sosok yang kuat. IBU… Bersabar lah menunggu aku sukses, saat ini aku sedang mengupayakan masa depan yang lebih baik agar aku tetap bisa bersama mu hingga sang pencipta memutuskan siapa yang akan di jemput nya lebih dahulu, antara aku dan engkau. Hanya itu yang saat ini bisa aku katakan dan upayakan, bagiku kau adalah roket tercepat yang dapat mengantarkan doa ku kepada sang pencipta agar doa ku lebih cepat di kabulkan.

Terimakasih IBU, aku akan memanfaatkan waktu yang ada untuk selalu membuatmu tersenyum selalu ada untuk mu di waktu senjamu. IBU bagaikan malaikat tanpa sayap yang melindungiku dari terpaan ombak yang membuatku terjatuh, IBU bagaikan benteng yang kuat untukku.

I LOVE YOU SO MUCH MOM 🙂